Jejak Pendidikan BJ Habibie, Punya Karya Penerbangan yang Diakui Dunia

Saat ini beberapa penemuan BJ Habibie sudah diakui dalam dunia penerbangan, di antaranya Dornier DO-31, Crack Progression Theory, Pesawat N250 Gatot Kaca, Dan Pesawat R80.

Dwi Hadianto
Senin, 03 Oktober 2022 | 09:59 WIB
Jejak Pendidikan BJ Habibie, Punya Karya Penerbangan yang Diakui Dunia
BJ Habibie dan Karya Hebatnya (Instagram)

JAKARTA - Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal dengan nama BJ Habibie merupakan Presiden ketiga Republik Indonesia, tahun 1998-1999.

Ia lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 dan wafat pada 11 September 2019.

Anak keempat dari delapan bersaudara ini lahir dari pasangan orangtua Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo.

Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada 12 Mei 1962 kemudian dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Baca Juga:Kronologi Kejadian Tragedi Kanjuruhan Versi Keterangan Saksi di Lokasi, Penonton yang Selamat

Habibie masyhur sebagai insinyur yang berkontribusi dalam perkembangan teknologi, baik di Tanah Air maupun dunia.

Hal ini tentu tidak terlepas dari rekam jejak pendidikan yang ditempuh Habibie. Sejak kecil, Habibie yang mempunyai sifat tegas dan berpegang pada prinsip ini mempunyai kemampuan dalam sains dan matematika.

Ia menempuh pendidikannya di Bandung dan bersekolah di Gouvernments Middlebare School.

Di SMA, ia menunjukkan prestasinya terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Karena itu ia menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Setamat SMA di tahun 1954, Habibie belajar di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil jurusan teknik mesin.

Baca Juga:Kuntilanak Bikin Resah Warga Bandung

BJ Habibie [Instagram]
BJ Habibie (sumber: Instagram)

Namun, perkuliahan di ITB hanya sebentar dijalaninya. Ia pindah ke Institut Teknologi Rhine-Westphalia Utara (RWTH Aachen) di Aachen, Jerman Barat.

Habibie mendapatkan gelar Diploma dari Fakultas Mekanikal Engineering. Dari kampus yang sama, Habibie mendapatkan gelar doktor pada bidang konstruksi pesawat terbang dengan predikat summa cum laude pada tahun 1965.

Saat ini beberapa penemuan BJ Habibie sudah diakui dalam dunia penerbangan, di antaranya Dornier DO-31, Crack Progression Theory, Pesawat N250 Gatot Kaca, Dan Pesawat R80.

Pada tahun 1993, Habibie meluncurkan pesawat pertama yang dikembangkan di Indonesia. Di tahun berikutnya, ia meluncurkan rencana untuk memperbarui lebih dari tiga lusin kapal yang dibeli dari bekas angkatan laut Jerman Timur atas inisiatifnya.

Selama 20 tahun berkiprah di Indonesia, Habibie menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, kemudian memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto pada 1998.

Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945.

Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat referendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato pertanggung jawabannya ditolak MPR RI.

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak